3 Syarat Menang Pilpres, Jokowi Tidak Memenuhi 2 Syarat
Opini

3 Syarat Menang Pilpres, Jokowi Belum Memenuhinya Sehingga Gagal 2 Periode? UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3

3 Syarat Memenangkan Pilpres, Jokowi Belum Memenuhinya Sehingga Gagal 2 Periode? – Masih ingatkah pada saat Jokowi dan TKN 01 konferensi pers di tanggal 17 April 2019 setelah dinyatakan menang versi Quick Count namun wajah-wajah mereka terlihat pucat dan seperti tidak menunjukkan aura kemenangan? Berikut opiniku.

3 Syarat Memenangkan Pilpres, Jokowi Belum Memenuhinya Sehingga Gagal 2 Periode? UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3

pilpres-2019Tentu sobat Eswah.com tahu di belakang tim sukses Jokowi ada ahli Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra.

Coba sobat tengok UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3 yang berbunyi: “Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara disetiap provinsi yang tersebar dilebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Di dalam pasar tersebut ada 3 syarat memenangkan Pilihan Presiden atau Pilpres :

1. Suara yang di dapat lebih dari 50% (saat ini masih berjalan penghitungan suara)
2. Memenangkan suara di 1/2 jumlah provinsi, artinya menang di 17 provinsi
3. Di 17 provinsi yang lainnya yang dinyatakan kalah minimal suara yang diperoleh sebesar 20%

Sebagian besar masyarakat hanya tahu di poin pertama, yaitu paslon presiden dan wakil presiden adalah yang mendapat suara di atas 50% saja. Padahal di undang-undang yang sudah saya sebutkan masih ada syarat tambahan.3 Syarat menang pilpres

Mari kita analisis hasil dari Jokowi dan KH Ma’ruf Amin:

Syarat 1: Paslon meraup suara 50% lebih (saat ini masih berlangsung, namun jika melihat hasil Quick Count, Jokowi dinyatakan meraup 54%-56%)

Syarat 2: Paslon memenangkan di 17 provinsi, namun jokowi hanya 14 provinsi

Syarat 3: Di wilayah yang kalah (17 provinsi tadi) minimal mendapat 20% suara. Jokowi kalah di Aceh dan Sumatera Barat di bawah 20%.

Sekarang sudah tahu kan mengapa deklarasi kemenangan Jokowi waktu itu tidak seperti tahun 2014 yang auranya orang senang dan bahagia, tapi tidak di tahun ini.

Kemenangan versi Quick Count untuk kubu 01 tidak memenuhi 2 syarat lainnya yakni hanya menang di 14 Provinsi dan ada beberapa daerah (menurut hasil Quick Count) yang Jokowi mendapat dibawah 20% menurut Survei Quick Count Indo Barometer yakni Aceh dengan DPT: 3.523.774 Jokowi-Ma”ruf: 17,12% – Prabowo-Sandi: 82,88% dan di Sumbar dengan DPT:3.718.003 Jokowi-Ma”ruf: 9,12% – Prabowo-Sandi: 90,88%.

Jika menengok tahun 2014, kemenangan Jokowi (menurut Quick Count) kurang lebih 22 Provinsi dengan rata-rata persentase 52%.

Namun, mantan Hakim Konstitusi Harjono berpendapat, Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 tidak berlaku ketika hanya terdapat dua pasangan calon. ”Pokoknya yang menang adalah pasangan yang mendapat suara lebih dari 50 persen. Sudah. Tak perlu lagi menggunakan aturan tentang sebaran,” kata dia.

Tetap semangat dalam berbagi dan berdakwah. Hehehe (oleh Eswahyudi Kurniawan)

3 Syarat Memenangkan Pilpres, Jokowi Belum Memenuhinya Sehingga Gagal 2 Periode? UUD 1945 Pasal 6A Ayat 3

Tags
Show More

Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru yang berkeinginan untuk selalu berbagi ilmu dan informasi terbaru. Semoga yang tertuang dalam website sederhana ini bermanfaat untuk sahabat semua dan terhitung menjadi amal jariyah kelak walau hanya sebesar biji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker