Pesta Demokrasi Pemilu 2019, Saya Sangat Antusias Mencoblos
Opini

Pesta Demokrasi Pemilu 2019, Baru Kali Ini Saya Sangat Antusias Mengikutinya

Pemilu 2019 – Akhirnya, pesta demokrasi di negara kita tercinta, Indonesia, telah tiba. Tepatnya di hari Rabu tanggal 17 April 2019. Berbulan-bulan lamanya kepala dibuat pening, dada dibuat sesak, debat tak berkesudahan, dan insya Alloh hari ini adalah puncak untuk menentukan arah negara ini ke depannya.

Pilpres 2019, Merasa Wajib Ikut Mencoblos

Sebagai warga negara yang sangat mencintai negara ini, baru kali ini saya begitu antusias. Ada sesuatu yang membuat saya harus ikut menyumbang suara (sengaja kemarin tidak makan gorengan atau makanan berminyak agar suara jadi merdu), hehehe. Di Pilbup Kabupaten Wonogiri beberapa tahun lalu, saya tidak ikut memilih karena ada beberapa hal yang mengganjal. Namun, di Pilpres 2019 ini, wajib ikut mencoblos.

Sebenarnya di akun facebook pribadi, https://fb.com/rukimid, sudah nampak jelas kemana suara saya akan mengalir. Banyak akun saya di unfollow teman, keluarga dll karena beda pilihan. Itu wajar dan saya tidak kecewa. Dibalik unfollownya akun-akun tersebut, ternyata jumlah yang follow atau add friends jauh lebih banyak.Pemilu 2019

Beberapa peristiwa yang membuat suara saya menuju ke salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden:

  • Aksi 411, ulama yang dihujani gas air mata
  • Aksi 212, doa jutaan umat di Monas menuntut keadilan karena Al Quran dinistakan
  • Umat muslim yang berpuasa diminta menghormati yang tidak puasa
  • Pembakar masjid di undang ke Istana
  • Ulama dan para kritikus di penjara
    dan masih banyak lagi peristiwa serba kebalik di 4,5 tahun terakhir ini
Pilpres 2019
Ulama dan tokoh nasional

Selain itu, ulama-ulama yang jadi rujukan saya telah blak-blakan telah memantapkan mengarahkan umat ke salah satu paslon di Pilpres 2019. Siapa Beliau-beliau itu?

  • Ustadz Abdullah Gymnastiar
  • Ustadz Abdul Somad
  • Ustadz Adi Hidayat
  • Ustadz Muhammad Arifin Ilham
  • Ustadz Bachtiar Natsir
    dll

Sudah biasa saya di cap radikal atau anti NKRI / Pancasila. Saya anggap itu angin lalu. Buya Hamka pun dulu juga dipenjara karena beda pandangan politik waktu itu. Jika di cap radikal / anti Pancasila saja sudah letoy, bagaimana mau menjaga Al Quran dan Islam bersama Muslim yang lain? Saya harus kuat, saya harus hebat!Pesta Demokrasi Pemilu 2019, Baru Kali Ini Saya Sangat Antusias Mengikutinya 1

Fanatik itu memang membutakan. Apalagi fanatik kepada salah satu paslon. Amannya bagaimana? Ikutilah ulama! Buka mata dan hati karena suara kita akan menentukan masa depan negeri ini. Jangan fanatik namun berikan suara setelah melihat fakta dan kondisi secara mendalam. Ucapkan basmalah baru deh dicoblos calon presiden kita.

Akhir tulisan ini, saya menyampaikan mohon maaf sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan kekhilafan. Tahun ini kita mendapatkan 5 kertas suara Pemilu 2019: Presiden dan wakil, DPD RI, DPR RI, DPRD propinsi serta DPRD Kabupaten atau kota. Untuk memilih Presiden dan wakil Presiden, kertas suara abu-abu ya.

Mari kita sukseskan Pemilu 2019 yang aman, jujur, adil tanpa ada kecurangan. Berdoa kepada Alloh semoga kita mendapatkan pemimpin yang amanah, dan mampu mendatangkan keadilan dan kemakmuran untuk warganya. Bismillah, mari kita ke TPS.

Beberapa trending topik di Twitter selama Pemilu 2019

#JagaTPSKawalHasilSuara

#TheVictoryOfPrabowo

#IndonesiaMemilih

#AyoKeTPSNyoblos

Pesta Demokrasi Pemilu 2019

Tags
Show More

Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru yang berkeinginan untuk selalu berbagi ilmu dan informasi terbaru. Semoga yang tertuang dalam website sederhana ini bermanfaat untuk sahabat semua dan terhitung menjadi amal jariyah kelak walau hanya sebesar biji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker