Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Buncis Tahun 2019
Berita

Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Buncis Tahun 2019

Cerita Tentang Benih Kangkung dan Buncis

Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Benih Buncis – Membaca berita di portal online SuryaMalang.com sungguh menyayat hati. Kembali rakyat kecil jadi “korban”? Ini cerita tentang Pembudidaya Benih Kangkung dan Benih Buncis yang ditangkap Polda Jatim.

Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Buncis

TENTANG BENIH ITU

Sampai tahun 2000an sekitar rumahku masih banyak berupa sawah, sekarang sudah berubah jadi apartemen. Tanah kosong milik pengembang tersebut ditanami sayur mayur, terutama sawi dan bayam.

Emakku juga punya lahan garapan. Aku membantu menebar benih, menyulami, menyiram, menyemprot insektisida, hingga panen. Karena itu aku expert urusan ini. Lagian apa sih yang tak kuketahui di dunia ini?

Masa panen bayam 20-25 hari. Masa panen sawi 35-40 hari. Lebih dari itu tanaman tidak segar dan mulai memunculkan bunga. Kadangkala petani terlambat memanen karena lahannya terlalu luas atau ketika permintaan berkurang. Maka disortasi, dipilih tanaman terbaik, dibiarkan berbunga dan berbiji sekalian.

Untuk bayam butuh sebulan lagi hingga bijinya menghitam, untuk sawi malah tiga bulan. Lalu biji dikeringkan, dibersihkan dan dipakai untuk bibit sendiri. Jika kuantitinya banyak, dijual ke petani lain.

Kualitasnya setara dengan bibit cap panah merah atau bibit sertifikasi produk impor. Kualitas bibit dinilai dari daya tumbuhnya (persentase biji hidup) dan purity varietas. Jarang terjadi komplain antar pembeli bibit-bibit meski tanpa sertifikasi.

Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Buncis

TENTANG KANGKUNG ITU

Sejak sekitar 10 tahun yang lalu di sekitar Gresik, Lamongan, Mojokerto, Nganjuk hingga Jombang banyak lahan tadah hujan ex padi ditanami kangkung saat musim kemarau.

Menanam kangkung begitu mudah, lahan yang masih agak basah ditugal dan disebar biji kangkung. Lalu dibiarkan membesar tanpa perlakuan khusus. Dibiarkan menjalar ke segala arah, seperti tanaman semangka. Tanpa perlu pemupukan, tidak perlu penyiraman, hanya mengandalkan embun.

Tiga bulan sejak menebar benih, kangkung mulai berbunga. Seperti terompet berwarna putih, ada sebagian kecil semburat ungu. Sebulan kemudian menjadi biji. Dikeringkan, digiling agar terpisah dari batangnya dan diambil biji keringnya.

Biji tersebut dikumpulkan tengkulak, jumlahnya ratusan ton. Dibuat apa? Diekspor ke taiwan. Disana ditanam secara hidroponik dipanen kangkung cabut akar. Taiwan tidak bisa membenihkan kangkung karena iklimnya sub tropis. Konon juga sebagai bahan baku kosmetik.

Sebagian biji kangkung diperdagangkan sesama petani berdasar kepercayaan. Ditanam untuk sayuran. Secara visual nampak bibit tersebut berkualitas atau tidak. Kalau biji berwarna hitam legam, dipencet masih hijau maka bibit tersebut masih berkualitas. Kalau warnanya coklat berkeriput, bibit tersebut berkualitas rendah.

Tidak ada petani yang dirugikan dengan sistem tersebut. Harganya jauh lebih murah daripada bibit bersertifikat pabrikan yang dijual sachetan. Bangkrutlah petani kalau beli bibit sachetan. Bibit sachetan itu untuk penghobi saja.

TENTANG KEADILAN ITU

Kadangkala berita itu dibuat bombastis. Disebut penjualan benih non sertifikat keuntungan mencapai 300juta. Aduh lebaynya. Kalau eksportirnya mungkin saja. Sesuai dengan modalnya mengumpulkan benih dari ribuan petani.

Apakah polisi menegakkan aturan dilandasi wawasan? Aturan yang berkeadilan itu tidak mudah, butuh pengetahuan. Kecuali keadilan itu hanya untuk industri pabrikan benih dan importir benih. Source: facebook

Polda Jatim Tangkap Pembudidaya Benih Kangkung dan Buncis

Tags
Show More

Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru yang berkeinginan untuk selalu berbagi ilmu dan informasi terbaru. Semoga yang tertuang dalam website sederhana ini bermanfaat untuk sahabat semua dan terhitung menjadi amal jariyah kelak walau hanya sebesar biji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker