Portal Berita Mainstream Lebih Banyak Iklan daripada Konten
Opini

Portal Berita Mainstream Lebih Banyak Iklan daripada Konten, Apakah Layak Tetap Dibaca?

Portal Berita Mainstream Lebih Banyak Iklan daripada Konten, Perasaanmu? – Seperti sudah menjadi kewajiban jika kita sekarang lebih menikmati membaca berita portal online daripada koran. Kemajuan teknologi mau tidak mau harus harus diikuti. Namun, sebagai orang awam dibidang IT, masyarakat mengeluhkan dengan media massa mainstream sekarang. Mengapa?

Portal Berita Mainstream Lebih Banyak Iklan daripada Konten, Perasaanmu?

Bagi sebagian besar orang, portal berita mainstream menjadi rujukan utama terkait suatu peristiwa. Memang betul, karena mereka memiliki etika jurnalistik. Namun, apakah hal itu berlaku hingga sekarang? Harusnya iya. Mereka para wartawan harus memberitakan sejujur-jujurnya. Menyampaikan hal yang memang wajib diketahui semua orang.

Hari berganti hari, waktu pun berubah. Pemilik berita online yang juga seorang politikus atau rekan seorang politikus, memanfaatkan media yang dimilikinya untuk kepentingan pribadi, menampik segala fakta yang ada, mencuci otak pembaca hinggga mereka mengangguk-angguk membenarkan isi berita tersebut.

Selain itu, nampak sekali jika sebagian kecil dari media massa online telah menomor duakan isi berita. Demi keuntungan sesaat, mereka penuhi halaman berita dengan iklan dimana-mana. Iklan sekarang pun tak hanya sebatas gambar, namun video yang berputar otomatis tanpa di klik mulai muncul dibeberapa media online.

Hal ini tentu mengecewakan bagi saya pribadi dan mungkin juga orang banyak. Selain kita terganggu dengan banyaknya iklan di layar, ditambah lagi munculnya video yang membuat boros kuota. Hak pembaca adalah membaca berita, bukan disuguhkan dengan iklan bertebaran.

Memang benar, pendapatan dari iklan yang membuat wartawan bisa digaji. Tapi, apa dengan cara seperti ini?

Contoh 1 dari banyaknya berita iklan

Website penuh iklan

Fix, sudah saya hapus portal berita ini dari daftar media yang wajib di baca. Selain iklan dimana-mana, beritanya pun dijadikan banyak halaman yang mana kita dituntut harus klik satu persatu untuk mendapat berita yang full. Sebagai seorang blogger, saya tahu apa tujuan dijadikan banyak halaman, tapi tidak kebangetan juga. Tiga paragaf saja harus dijadikan 3 halaman, jadi pengen makan sendal beneran nih. Sebel.

Website penuh iklan daripada konten Website penuh iklan daripada berita

Bagaimana dengan Anda? Apakah punya pengalaman seperti saya ini? Ini opiniku, mana opinimu. Salam paseduluran.

Portal Berita Mainstream Lebih Banyak Iklan daripada Konten, Apakah Layak Tetap Dibaca?

Tags
Show More

Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru yang berkeinginan untuk selalu berbagi ilmu dan informasi terbaru. Semoga yang tertuang dalam website sederhana ini bermanfaat untuk sahabat semua dan terhitung menjadi amal jariyah kelak walau hanya sebesar biji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker